Senin, 18 Desember 2017

Perangi Free Sex !!



Perangi Free Sex !!

            Di Era Globalisasi, perubahan di segala bidang dapat terjadi begitu cepat dan melingkupi wilayah yang sangat luas. Keadaan demikian memungkinkan masuknya berbagai pengaruh dalam masyarakat atau bangsa seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan barang-barang, seperti handphone, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi sedemikian cepatnya. Di sisi lain melalui pergerakan massa semacan turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal yaitu berbagai budaya berbeda.
            Dampak globalisasi tampak nyata, khususnya di kalangan remaja. Kecanggihan teknologi membuat remaja semakin mengibarkan bendera kebebasan pada dunianya. Norma-norma semakin luntur dan budaya barat kian menjamur. Hubungan laki-laki dan perempuan tak terkendali, bahkan pacaran dan seks bebas semakin merajalela di kalangan remaja. Para remaja beranggapan, jika tidak punya pacar berarti tidak gaul.
            Kata pacaran bukan kata asing lagi bagi gendang telinga. Yaitu merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.
            Tradisi pacaran yang telah nyata melanggar norma hukum, norma agama, maupun norma sosial. Di Indonesia masih terjadi dan dilakukan turun temurun dari  generasi ke generasi, yang tidak memiliki pengetahuan menjaga kehormatan dan harga diri yang semestinya mereka jaga dan pelihara. Pacaran mempunyai dampak-dampak negatif bagi remaja maupun siswa, di antaranya :
1.      Mudah terjerumus ke perzinaan.
Karena zina bisa melaui mata, telinga bahkan melaui lidah. Jika iman seseorang tidak kuat, maka sangat mudah untuk terjerumus ke perzinaan.
2.      Melemahkan iman.
Tidak bisa dipungkiri banyak sekali masyarakat, khususnya remaja, yang menduakan cintanya kepada tuhan. Dari situlah kualitas ibadah seseorang biasanya menurun.
3.      Melatih kemunafikan.
Contohnya : Seseorang itu berbuat baik ketika di depan pasangannya saja. Sedangkan ia berbuat buruk di  belakang pasangannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ia telah menipu pasangannya demi meyakinkan bahwa dia yang terbaik.
4.      Menjadikan panjang angan-angan.
Disaat seseorang jatuh cinta, ia akan selalu berangan-angan dan berandai-andai tentang pasangannya.
5.      Mengurangi produktivitas.
Sering dijumpai banyak siswa yang nilainya turun, tidak mengerjakan PR karena pacaran.
6.      Menjerumus pada pertengkaran dan pembunuhan.
Masalah sepele yang terdapat pada sebuah hubungan, terkadang muncul sebuah pertengkaran hingga pembunuhan. Banyak remaja terbunuh oleh pacarnya yang sering juga disiarkan di media massa. Ironis sekali jika remaja di Indonesia mendominasi angka kriminalitas.
Pacaran kerapkali menjurumus kepada hal yang negatif. Misalnya free sex. Adapun definisi dari free sex atau seks bebas adalah  perilaku yang didorong oleh hasrat seksual, di mana kebutuhan tersebut menjadi lebih bebas jika dibandingkan dengan system regulasi tradisional dan bertentangan dengan system norma yang berlaku dalam masyarakat. (Kartono :1977).
Sedangkan menurut Desmita (2005) definisi seks bebas adalah segala cara mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual.
Berdasarkan penjaaran definisi di atas maka dapat disimpulkan definisi free sex adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesame jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak sbisa diterima secara umum.
Setiap orang yang pacaran sangat dekat dengan free sex. Karena pacaran dianggap gerbang utama hubungan yang lebih dalam lagi. Yaitu hubungan seks pra nikah sebagai wujud kedekatan antara dua orang yang sedang jatuh cinta. Pacaran seringkali menumbuhkan gairah seseorang. Sehingga tanpa ada komitmen yang jelas mengenai batasan pacaran, kadang tanpa disadari atau diplanning, remaja dapat terbawa untuk melakukan free sex dengan pasangannya.
Penyebab perilaku seks bebas sangat beragam pemicunya. Bisa karena pengaruh lingkungan, sosial budaya, penghayatan keagamaan, penerapan nilai-nilai, faktor psikologis, dan faktor ekonomi. Dapat juga timbul dari keluarga, media massa, dan dari pengaruh teman.
Banyak remaja yang memandang ataupun menganggap pacaran, dari sisi atau nilai positifnya. Para remaja beranggapam bahwa dengan memiliki seorang pacar akan menambah semangat. Namun hakikatnya hal itu adalah awal dari kenegatifan. Pertama memang pacaran bisa membuat semangat salah satu pihak atau keduanya. Tetapi semakin lama itupun akan menjerumus ke lembah keburukan, dengan arti sebuah keburukan. Tidak bisa dipungkiri lagi sepasang kekasih hanya pacaran lewat SMS, lama kelamaan pasti sepasang kekasih itu akan bertemu, bahkan berpegangan tangan, lebih-lebih melakukan hal yang menentang norma.
Dalam penggerakan remaja suatu daerah dapat melalui sebuah organisasi remaja atau karang taruna. Jadi dalam organisasi tersebut, seorang ketua remaja harus mampu memberikan sugesti-sugesti positif kepada anggota-anggota. Cara meminimalisasi pacaran yang menjerumus kepada seks bebas dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat sehingga bisa mengalihkan mereka dari pacaran bahkan seks bebas. Misalnya dengan kegiatan-kegiatan bakti sosial. 
Harapan untuk generasi kedepan ialah pacaran dan seks bebas bisa terjauhkan dari seluruh masyarakat, khusunya remaja. Dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta juga mampu membentengi dari hal-hal yang negatif. Pemuda ialah masa depan Indonesia, jadi harus karakter yang baik, dan revolusi mental remaja.

DAFTAR PUSTAKA
Adies, Permata.2010.Makalah : Seks bebas di Kalangan Remaja



Cerpen

Dakwahku Untuk CintaNya Perlahan mataku menatap sepasang bola mata wanita parubaya di hadapanku. Ada raut kesedihan yang menyeruak hi...